Jumat, 13 September 2013

AMBILAH HIKMAH DARI MANAPUN DATANGNYA



Drs. H Ahmad Ubaidi, MSi
 (Kepala Kantor Kemenag Kab. Tegal di Slawi)

Sebuah pepatah, “Khudz al-hikmati walau min ayyi wi’ain kharajat”, Ambilah hikmah (pelajaran) biar dari manapun datangnya.
Begitulah,  setiap kali membaca perjalanan hidup seseorang pasti akan kita temui poin-poin berharga yang bisa diambil sebagai pelajaran. Bila kita cermati hal itu ada benarnya, sebab dari para tokoh atau pejabat yang ditampilkan biasanya memilik bakground yang bermacam dan otomatis dengan pengalaman hidup yang berbeda.
Namanya Ahmad Ubaidi, dan panggilan karibnya Ubed atau Mas Ubed. Dia lahir di  desa Salakbrojo, Kecamatan Kedungeuni, Kabupaten Pekalongan pada tanggal 3 Oktober 1958 dari pasangan Syamuri dan Atijah. Menurut ilmu sharaf Ubaidi berarti hamba yang kecil, orang tuanya memberikan nama itu mengandung doa agar anak kesayangannya itu rumangsa  kecil dan tidak merasa besar. Lebih baik merasa kecil tapi mampu berbuat besar daripada sebaliknya, kata Ubed.
Ubed adalah anak ketiga dari 11 bersaudara, tapi yang masih hidup 10 orang, terdiri dari 6 putra dan 4 putri. Sebagai anak laki-laki tertua, ayah berwasiat pada Ubed agar jangan cepat-cepat menikah. Lha kok? “Iya pokoknya adikmu disekolahkan dulu.” Kata ayah suatu ketika. Memenuhi wasiat ayah, maka Ubed telah berusaha untuk berfungsi sebaik mungkin sebagai orang tua sekaligus guru. “Dan alhamdulillah adi-adik nurut (patuh) semua, saya bangga kepada mereka,” kata Ubed. Mereka prihatin, salah seorang adiknya pergi kuliah naik sepeda onthel 25 km hingga sarjana. Dia juga bersyukur  karena keempat saudara prianya semua menjadi PNS. Sementara yang putri kebanyakan bisnis konveksi dari batik, tapi ada juga yang jadi petani. Ubed sukses memimpin adik-adiknya. Sebagai konskuensinya Ubed harus rela disalib adik-adiknya untuk menikah lebih dulu. Ubed menikah dengan Hj Malikhah, SH pada tanggal 4 April 1993.
Ahmad Ubaidi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tegal di Slawo pada tanggal 25 Juli 2011. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kasi Mapenda Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan. Ketika memotivasi para pegawai kantor isinya mirip seperti yang disampaikan kepada adik-adiknya. Pertama agar setiap menerima apapun pekerjaan (apa saja) yang dipercayakan kepada kita hendaknya diniati dengan nawaitu ibadah. Pekerjaan yang kita tangani secara profesional dengan niat ibadah, akan selalu hati-hati dan terkontrol, terasa enak dan tanpa beban. Kita jangan mudah marah kepada anak buah atau kepada murid ketika menjadi guru. Ubed menjelaskan tidak pernah meminta jabatan. Sebab yang seperti itu memang tidak boleh dilakukan. Dia bahkan beberapa kali menolak ketika ditawari menduduki satu jabatan. Ubed mohon untuk diberikan  kepada teman yang lain dulu, tetapi setelah tiga kali memintanya maka Ubed tak mampu menolak. Barangkali dari indikasi beberapa sikap Ubed itulah maka teman-temannya di kantor menjuluki dia sebagai pegawai low profile.  Kalau bahasa santrinya tawadhu’ atau rendah hati, bukan rendah diri.
Juga ada ngilmu Jawa yang ikut mewarnai sikap Ubed ketika memberi nasehat kepada orang lain. Menurutnya dalam praktik kecuali harus menahan emosi, juga harus  mampu menyesuaikan dengan strata yang akan dinasehati agar butir-butir nasehatnya bisa jatuh ke tanah yang subur. Dia ingat betul ketika seorang tua dengan bahasa Jawa memberi nasehat kepadanya. “Ngandani wong iku ana undha usuke”, menasehati orang itu ada tingkatannya. Tidak bisa disamaratakan atau di gebyah uyah.  Ada tiga tingkatan, yang pertama Esemantri, Kedua Semu Bupati dan ketika Dhupak Bujang. Misalnya jika saja orang yang datang terlambat, jika dia orang tua atau punya jabatan maka dilihat dengan senyum saja sudah mudheng.  Untuk level kedua perlu nasehat, sedang Dhupak Bujang untuk mereka yang tidak mudah memahami bahasa sanepo, jadi agak vulgar.
Karena tertarik pada nilai luhur itu, Ubed mengaku tidak sampai menanyakan apa arti ketiga kata mutiara tersebut. Yang jelas maknanya sangat bagus dan Islami. Pesan dari si orang tua jangan sampai salah pasang atau dibolak balik. Sebab kalau salah pasang bisa fatal akibatnya. Misalnya dengan orang yang tingkatannya tinggi kok menggunakan Dhupak Bujang, akibatnya bisa berantem, tidak membawa maslahat tapi mafsadat. Jika dikaitkan dengan ilmu komunikasi, maka agar pesan bisa sampai kepada pendengar/komunikan dengan benar maka harus ada frame of reference antar komunikator dan komunikan.
Ubed kecil menyelesaikan  pendidikan MI di desa Salakbrojo, 3 km dari Kedungwuni arah timur. Dulu punya obsesi untuk bisa sekolah sambil ngaji di pesantren. Itulah sebabnya ketika melanjutkan sekolah PGAN 4 th, Ubed tinggal di PP Grogolan, Pekalongan yang diasuh KH Dimyati. Setelah tamat PGAN 4 th pada tahun 1975, Ubed melanjutkan PGAN 6th yang diselesaikan pada tahun 1977. Sarjananya diperoleh di Falkutas Tarbiyah PAI IAIN SGD Cirebon tahun 1992. Sedang untuk S2 diperoleh di Universitas Darul Ulum Jombang.  Diterima sebagai PNS pada 1 Maret 1979 sebagai guru agama MI di Kota Pekalongan, lalu pindah ke Kabupaten Pekalongan. Prestasinya mengantarkan dia terpilih sebagai karyawan teladan saat menjadi Staf Urais dan terulang kembali ketika menjabat sebagai Kasubsi.
Ada yang lucu terkait  kepindahan Ubed dari Kemenag Kota ke Kabupaten Pekalongan. Sebagai pegawai negeri baru, dia memang belum tahu sama sekali alur pengangkatan dan mutasi seorang pegawai. Dulu, ketika pertama kali daftar PNS, Ubed mendaftarkan diri di Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan. Ketika menerima blesit pengangkatan sebagai PNS, bunyinya ditugaskan sebagai Guru Agama MI di Kemenag Kota Pekalongan. Dia terkejut membaca surat penugasannya, bahkan menduga ada yang salah. Sebab tempat tugasnya tidak sama dengan tempat mendaftarkan. “Mengapa kota Pekalongan bukan Kabupatennya? Padahal saya mendaftarkan  menjadi PNS itu di Kabupaten Pekalongan, bukan di Kota.” Begitu pertanyaan dalam hati.
Kemelut di hati Ubed itu akhirnya disampaikan ke Kasubag TU Kota Pekalongan, H Zarkasyih. Lucunya lagi lain pak Zarkasyiah lain Ubed. Pak Zarksyiah mengira kalau Ubed minta pindah ke Kabupaten tidak mau di kota. Karena itu dengan kalem Pak Zaekasyiah menjelaskan SK itu sudah benar, tidak salah. Jadi kalau Pak Ahmad Ubaidi mau pindah ke kabupaten itu gampang, nanti bisa dibantu dan diuruskan. Padahal sebenarnya Ubed cuma mau konfirmasi saja dan bukan mau pindah. Wong dia merasa belum paham tentang lika-liku birokrasi. Tapi nampaknya Pak Zarkasyiah tetap pada keyakinannya bahwa Ubed memang minta pindah, dan proses usulannya berjalan. Akhirnya jadilah SK pindah Ubed ke Kemenag di Kabupaten Pekalonga, sampai akhirnya dipercaya menjadi Kakan Kemenag Kabupaten Tegal di Slawi sampai sekarang. Biasanya setiap jam 6.15 sudah tiba di kantor, lalu menemui tukang sapu dan tukang kebun lalu shalat dhuha. Awalnya teman-teman di Slawi heran, tapi alhamdulillah sekarang sudah mau menyesuaikan.



**** Sumber:  Majalah Rindang No 8 Edisi Maret 2012

 
 


N250 AKAN MENJADI PESAWAT YANG TERHEBAT



Bacharuddin Jusuf Habibie
(Presiden ketiga Republik Indonesia)

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.
Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie, karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di  Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH)Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.
Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.
Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menhemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.
Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.

"Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, .......ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........." Papar BJ Habibie.

Pada awal Desember 2012, sebuah film yang berjudul "Habibie dan Ainun" diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.



Sumber : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html

ALBERT EINSTEIN



(Ilmuwan Fisika)

Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan genius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.
Albert Einstein, Tokoh Abad Ini (Person of the Century) Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah Time. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein. Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc².
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. (lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kerajaan Jerman, 14 Maret 1879 – meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 18 April 1955 pada umur 76 tahun). Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.
Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari München ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.
Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Pada tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein pada tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.
Di artikel pertamanya pada tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA


KESEMPATAN MUNGKIN HANYA DATANG SATU KALI


MEMBANGUN ITU SEPERTI MENANAM POHON 

PARA PEMIMPIN 


*** Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Einstein



SAMUEL F.B MORSE



(Penemu Telegraph)

Sebelum Samuel Finley Bresse Morse memperkenalkan telegraph, cara yang paling cepat untuk mengirimkan surat dilakukan dengan kereta berkuda cepat secara beranting siang dan malam. Jika berita harus melewati seberang lautan, membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.
Pada tahun 1811 Morse sedang belajar seni lukis dan seni patung di kota London Inggris. Kota itu jaraknya 3000 mil dari Charlestown, Massachusset dimana ibu Morse tinggal. Mereka harus menunggu selama 4 minggu untuk saling mendengar berita melalui surat yang dikirimkan pos. Saat itu Morse berpikir, “Andai saja surat-suratku  dapat sampai pada ibuku hanya dalam satu hari, itu akan lebih baik.”.
Pada tahun 1832, ketika kembali ke kota New York dari Eropa,  di atas pelayaran kapal Sully, Morse bertemu Charles T Jckson. Jackson bercerita pada Morse tentang percobaan listrik Joseph Henry, orang yang telah menyempurnakan elektromagnetik. Dimana listrik dapat melewati suatu kawat atau kabel yang sangat panjang dalam waktu sekejab. Tiba-tiba ide Morse yang cemerlang keluar dari pikirannya. Dia percaya bahwa pesan mungkin bisa dikirim secara cepat dengan sinyal listrik meski jarak yang jauh. Lalu dia sibuk membuat rancangan telegraph. Dia menunjukkan rancangan telegraphnya kepada para penumpang dan kapten kapal. Sejak saat itu Morse sibuk dengan rancangannya, dia hampir tidak ada waktu lagi untuk membuat lukisan dan membuat patung. Sebab ia ingin belajar lebih tentang listrik dan fisika. Dia belajar secara hati-hati untuk membuat rancangannnya.
Alat yang pertama kali selesai dan ditunjukkan di New York pada tahun 1835. Dua tahun kemudian, setelah menyempurnakan alat yang pertama, dia mendaftarkannya untuk mendapatkan hak paten dari pemerintah setempat. Kemudian tahun berikutnya dia mencoba mendapatkan uang dari Konggres (Badan Pembuat Undang-Undang di Amerika Serikat) untuk percobaan kawat telegraph antara Kota Washington dan Galtimore. Banyak orang yang mentertawakan ide Mores dan Konggres tidak menyetujui. Morse pergi ke Inggris, Perancis dan Rusia untuk meminta bantuan, tapi dia kecewa mereka bahkan menolak pemberian hak paten.
Akhirnya tahun 1843 Konggres  menyetujui 30.000 dolar AS untuk percobaan Morse. Setahun kemudian pekerjaan selesai dan tanggal 24 Mei, Morse mengirimkan kabar pertama dari salah satu ruang di Gedung Mahkamah Agung di Washington. Kabar itu diterima sejauh 60 mil dari Washington oleh Alfred Vail. Sejak saat itu dan seterusnya telegraph sukses. Alfred Vail, orang yang bekerja sama dengan Morse banyak menemukan beberapa alat yang diperlukan untuk membuat telegraph sukses. Dia juga menemukan kode titik dan kode garis untuk huruf alphabet. Kode ini kemudian disebut dengan kode Morse, meski Vail yang menemukan.
Tim ini juga menemukan alat yang sangat penting yaitu relay. Relay ini mudah untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada pengirim dan penerima untuk menghasilkan sinyal impuls pendek dan panjang. Sayangnya arus listrik akan melemah pada jarak yang tertentu (jauh). Karena arus terlalu lemah tidak cukup untuk membuat alat bekerja, alat hanya bisa bekerja optimal jika arusnya cukup kuat.  Relay yang berisi suatu baterai memberikan arus yang kuat yang diperlukan oleh alat penerima, yang kemudian disebut sebagai sounder. Relay hanya memerlukan arus yang lemah untuk membuka dan menutup rangkaian listrik. Untuk itu arus listrik yang lemah yang berasal dari pengirim dan penerima dapat digunakan untuk menggerakkan rangkaian listrik. Dengan kata lain arus yang lemah dibuat lebih kuat lagi dengan sebuah relay.
Kesuksesan Morse menarik perhatian beberapa Negara di Eropa. Beberapa diantaranya segera mengadopsi kesuksesan telegraph Morse di Amerika Serikat dengan segera. Pertama mereka tidak membayar Morse dengan  apapun. Tapi kemudian dia mendapatkan uang sekitar 20,000 franc (40.000 dolar AS) dari pemerintah beberapa Negara. Dia juga banyak menerima hadiah dan medali. Bagaimanapun, sekali dia menemui masalah dengan Charles T Jackson yang mengatakan bahwa ia-lah   yang menemukan telegraph dan bukan Morse. Sayangnya para penumpang dan kapten kapal Sully masih ingat ketika Morse menunjukkan kepada mereka rancangan telegraphnya. Hal itu membantu Morse membuktikan bahwa Morselah yang menemukan telegraph.
Telegraph pertama ditemukan ratusan tahun yang lalu. Tapi penemuan itu menjadi titik awal perkembangan pengiriman berita. Sejak saat itu ratusan pesan dapat dikirimkan  bersama dalam satu kawat. Morse meninggal; pada tahun 1872 pada usia 81 tahun. Telegraph adalah teknologi pengiriman pesan pertama melalui kawat. Meski saat ini telegraph tidak digunakan lagi, dan telah digantikan dengan teknologi lebih baru, (seperti telepon, handphone, internet dan lainnya) tapi telegraph menjadi titik awal perkembangan pengiriman pesan melalui media kawat. 

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA


BERANILAH BERMIMPI DAN KEJARLAH MIMPI ITU


MEMBANGUN ITU SEPERTI MENANAM POHON 

PARA PEMIMPIN 

*****Diterjemahkan dari Buku English For SLTA- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan –Balai Pustaka